Rabu, 18 April 2012

ALAM NAN HIJAU


Alam nan Hijau

Burung berkicau bersuara merdu
Tanda Pagi datang kembali
Embun terlihat sana-sini
Hijauku kembali lagi

Kupejamkan mata
Kusibakan tanganku sejenak
Sejuk kurasakan senang kudapat
Alam seperti mengerti apa yang kumau

Tuhaan, sentuhanmu menciptakan pepohonan rindang
Senang rasaya aku dapat menikmatinya
Kau pencipta abadi selamanya
Aku bersyukur atas Alam yang kunikmati

Senin, 02 April 2012

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB


Manusia dan Tanggung jawab

Apa itu tanggung jawab? Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatanya dan tau akan konsekuensinya dan merasa bersalah jika salah dan manggung akan semua kesalahannya.
Kita sebagai manusia harus mempunyai rasa tanggung jawab, dan harus mempunyai kesadaran atas tanggung jawabnya, sebagai mahasiswa, kita bersikaplah sebagaimana mestinya mahasiswa dan tau atau sadar akan tanggung jawab terdahap pendidikannya, bila mana kita sebagai manusia telah menyadari pentingnya tanggung jawab, orang lain akan mengghargai kita, walaupun kita bersalah terhadap suatu masalah.
Dalam hidup bersmasyarakat tanggung jawab itu penting/mutlak hukumnya, bila mana kita melakukan kesalan baik disengaja atau tidak disengaja yang menimbulkan kerugian bagi orang lain, sebagai masyarakat yang beradap harus berani bertanggung jawab atas kesalahanya, dari situlah masyarakat lain akan menghargai anda sebagai individu yang beradap mempunyai rasa kesadaran untuk bertanggung jawab.
Tanggung jawab dilingkungan keluarga, saya / anda sebagai anak yang telah disayangi orang tua, dipercaya orang tua, harus mempunyai tanggung jawab atas apa yang telah orang tua kita berikan, adapun tanggung jawab terhadap pendidikan, orang tua telah membiayai uang kuliah/sekolah, kita harus dan serius untuk menjalankan pendidikan memberikan yang tebaik bagi orang tua itulah tanggung jawab seorang mahasiswa terhadap orang tua yang membiayai pendidikanya, tanggung jawab dalam keluarga dapat  mewakili anggota keluarga. Bila mana dalam keluarga ada masalah dengan orang lain, kita harus senantiasa bertanggung jawab atas keluarga demi membela keluarga kita dari apapun yang terjadi.
Tanggung jawab bersifat kodrati, muncul dengan inisiatif atau kesadaran individu dan memang kewajiban setiap individu dalam bertanggung jawab.
Manusia dan tanggung jawab terhadap diri sendiri, bagaimana menempatkan sebagai individu yang perduli akan dirinya sendiri dan akan bersikap sebagai sosialis yang beradab dan bila mana melakukan kesalahan harus berdiri tegak menghadapinya dan mempertanggung jawabkannya.
Manusia dengan tuhannya, satu kata tanggung jawab terhadap tuhanya adalah beribadah, yang meliputi juga saling mengasihi antar umat manusia yang beradab.
Sebagai individu/manusia yang berbangsa dan bernegara kita harus cinta dan harus punya rasa tanggung jawab terhadap bangsa negara, bila mana negara sedang genting dalam suatu perselisihan, kita senantiasa mendukung negara, dan haru rela berkorban demi bangsa dan negara itulah tanggung jawab sebagai manusia yang bernegara dan berbangsa dan saling menghormati antar suku daerah yang multikultural Indonesia.

Selasa, 20 Maret 2012

MANUSIA DAN CINTA KASIH, MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


Manusia dan Cinta Kasih, Manusia dan Kebudayaan
Cinta kasih
Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada). Atau rasa sangat kasih, sangat tertarik sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada ataupun menaruh belas kasihan. Jadi antara cinta dan kasih hampir bersamaan
Jadi cinta kasih dapat memperkuat rasa cinta (kepada) seorang  yg lebih mendalam. 3 unsur cinta adalah keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Jadi manusia dan cinta kasih itu tidak dapat terpisah, tanpa adanya cinta kasih manusia tidak dapat merasakan perasaan keterikatan, kemesraan antar makhluk ciptaan Tuhan.
Manusia yang memiliki cinta kasih adalah manusia yang beruntung, karena dengan cinta kasih manusia dapat bahagia, bersedih, atau menderita. Hukum keterikatan cinta kasih antar manusia menjadikan manusia itu berpasang-pasangan, setiap individu akan memiliki pasangan dan cinta kasihnya, untuk dapat mengetahuinya, kenali diri anda siapa dan adanya rasa suka terhadap lawan jenis, cinta kasih akan muncul dengan seiring ketertarikan antar individu dan nantinya akan menjadi cinta yang suci.

Manusia & Kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan. Dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan keduanya? Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya adalah bahwa walaupun keduanya berbeda tapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan. Dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.
Contoh : Setiap Pernikahan di berbagai penjuru nusantara memiliki Adat yang berbeda-beda, atau bahkan adanya perkawinan antar suku atau budaya atau adat yang berbeda maka kebudayaan bisa dijadikan alat pemersatu budaya nusantara.

IBD DAN TUJUAN MAHASISWA MEMPELAJARINYA


Apa itu IBD & Apa tujuan mahasiswa mempelajarinya!

Ilmu Budaya Dasar (IBD) adalah salah satu mata kuliah yg membicarakan tentang nilai-nilai, kebudayaan atau berbagai masalah yg dihadapi manusia atau mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.


Dengan mempelajari IBD mahasiswa nantinya dapat memiliki pengetahuan yang luas tentang beragam kebudayaan indonesia pada umumnya, ilmu budaya dasar dapat menjadi pemersatu antar masyarakat untuk kebenaran, keindahan, kebebasan, serta hubunganya dengan alam semesta, dan Tuhannya


Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
  1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
  2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
  3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
  4. menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.

Selasa, 22 November 2011

Masyarakat Pedesaan

Pengertian Desa menurut para ahli

Desa adalah merupakan perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomis politik, kultural setempat dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daerah lain.
  • Sutarjo Kartohadikusumo (1965)
Desa merupakan kesatuan hukum tempat tinggal suatu masyarakat yang berhak menyelenggarakan rumahtangganya sendiri merupakan pemerintahan terendah di bawah camat.
  • William Ogburn dan MF Nimkoff
Desa adalah kesatuan organisasi kehidupan sosial di dalam daerah terbatas.
  • S.D. Misra
Desa adalah suatu kumpulan tempat tinggal dan kumpulan daerah pertanian dengan batas-batas tertentu yang luasnya antara 50 – 1.000 are.”
  • Paul H Landis
Desa adalah suatu wilayah yang jumlah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan cirri-ciri sebagai berikut :
  1. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antra ribuan jiwa
  2. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukuaan terhadap kebiasaan
  3. Cara berusaha (ekonomi) aalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar seperti iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
  • UU no. 22 tahun 1999
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan Nasional dan berada di daerah Kabupaten
  • UU no. 5 tahun 1979
Desa adalaha suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung dibawah Camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

Ciri-ciri Masyarakat Desa

  • Kehidupan keagamaan di kota berkurang dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
  • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
  • Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  • Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
  • Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
  • Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
  • Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh.

Pembentukan Desa ( Pembagian Administratif Desa)

Desa dibentuk atas prakarsa masyarakat dengan memperhatikan asal-usul desa dan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Pembentukan desa dapat berupa penggabungan beberapa desa, atau bagian desa yang bersandingan, atau pemekaran dari satu desa menjadi dua desa atau lebih, atau pembentukan desa di luar desa yang telah ada.
Desa dapat diubah atau disesuaikan statusnya menjadi kelurahan berdasarkan prakarsa Pemerintah Desa bersama BPD dengan memperhatikan saran dan pendapat masyarakat setempat. Desa yang berubah menjadi Kelurahan, Lurah dan Perangkatnya diisi dari pegawai negeri sipil.
Desa yang berubah statusnya menjadi Kelurahan, kekayaannya menjadi kekayaan daerah dan dikelola oleh kelurahan yang bersangkutan untuk kepentingan masyarakat setempat.
Desa mempunyai ciri budaya khas atau adat istiadat lokal yang sangat urgen,

Klasifikasi

Menurut aktivitasnya

  • Desa agraris, adalah desa yang mata pencaharian utama penduduknya adalah di bidang pertanian dan perkebunanan.
  • Desa industri, adalah desa yang mata pencaharian utama penduduknya adalah di bidang industri kecil rumah tangga.
  • Desa nelayan, adalah desa yang mata pencaharian utama penduduknya adalah di bidang perikanan dan pertambakan.

Menurut tingkat perkembangannya

  • Desa Swadaya
Desa swadaya adalah desa yang memiliki potensi tertentu tetapi dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan ciri:
  1. Daerahnya terisolir dengan daerah lainnya.
  2. Penduduknya jarang.
  3. Mata pencaharian homogen yang bersifat agraris.
  4. Bersifat tertutup.
  5. Masyarakat memegang teguh adat.
  6. Teknologi masih rendah.
  7. Sarana dan prasarana sangat kurang.
  8. Hubungan antarmanusia sangat erat.
  9. Pengawasan sosial dilakukan oleh keluarga.
  • Desa Swakarya
Desa swakarya adalah peralihan atau transisi dari desa swadaya menuju desa swasembada. Ciri-ciri desa swakarya adalah:
  1. Kebiasaan atau adat istiadat sudah tidak mengikat penuh.
  2. Sudah mulai menpergunakan alat-alat dan teknologi
  3. Desa swakarya sudah tidak terisolasi lagi walau letaknya jauh dari pusat perekonomian.
  4. Telah memiliki tingkat perekonomian, pendidikan, jalur lalu lintas dan prasarana lain.
  5. Jalur lalu lintas antara desa dan kota sudah agak lancar.
  • Desa Swasembada
Desa swasembada adalah desa yang masyarakatnya telah mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya alam dan potensinya sesuai dengan kegiatan pembangunan regional. Ciri-ciri desa swasembada
  1. kebanyakan berlokasi di ibukota kecamatan.
  2. penduduknya padat-padat.
  3. tidak terikat dengan adat istiadat
  4. telah memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai dan labih maju dari desa lain.
  5. partisipasi masyarakatnya sudah lebih efektif.

Potensi Desa

Potensi desa dibagi menjadi 2 macam yaitu:
  • Potensi fisik yang meliputi, tanah air, iklim dan cuaca, flora dan fauna
  • Potensi non fisik, meliputi; masyarakat desa, lembaga-lembaga sosial desa, dan aparatur desa, jika potensi dimanfaatkan dengan baik, desa akan berkembang dan desa akan memiliki fungsi, bagi daerah lain maupun bagi kota.

Fungsi Desa

Fungsi desa adalah sebagai berikut:
  • Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota)
  • Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan
  • Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota
  • Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia
Sumber:
 http://id.wikipedia.org/wiki/Desa

Senin, 21 November 2011

Pelapisan SOSIAL

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).

Pengertian

Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).
Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
statifikasi sosial menurut max weber adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.

Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial

Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut.

Ukuran kekayaan

Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, yang tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.

Ukuran kekuasaan dan wewenang

Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

Ukuran kehormatan

Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

Macam-Macam / Jenis-Jenis Stratifikasi Sosial
1. Stratifikasi Sosial Tertutup
Stratifikasi tertutup adalah stratifikasi di mana tiap-tiap anggota masyarakat tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Contoh stratifikasi sosial tertutup yaitu seperti sistem kasta di India dan Bali serta di Jawa ada golongan darah biru dan golongan rakyat biasa. Tidak mungkin anak keturunan orang biasa seperti petani miskin bisa menjadi keturunan ningrat / bangsawan darah biru.
2. Stratifikasi Sosial Terbuka
Stratifikasi sosial terbuka adalah sistem stratifikasi di mana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata / tingkatan yang satu ke tingkatan yang lain.
Misalnya seperti tingkat pendidikan, kekayaan, jabatan, kekuasaan dan sebagainya. Seseorang yang tadinya miskin dan bodoh bisa merubah penampilan serta strata sosialnya menjadi lebih tinggi karena berupaya sekuat tenaga untuk mengubah diri menjadi lebih baik dengan sekolah, kuliah, kursus dan menguasai banyak keterampilan sehingga dia mendapatkan pekerjaan tingkat tinggi dengan bayaran / penghasilan yang tinggi.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial
http://organisasi.org/jenis-jenis-macam-macam-status-sosial-stratifikasi-sosial-dalam-masyarakat-sosiologi